Christian's Views Forum Index Christian's Views
Pesona dan Keindahan Kristen
 
 FAQFAQ   SearchSearch   MemberlistMemberlist   UsergroupsUsergroups   RegisterRegister 
 ProfileProfile   Log in to check your private messagesLog in to check your private messages   fchat fChat   Log inLog in 

Kekecewaan

 
Post new topic   Reply to topic    Christian's Views Forum Index -> Kesaksian
View previous topic :: View next topic  
Author Message
RETh
Senior
Senior


Joined: 24 Jun 2006
Posts: 64

PostPosted: Wed Jul 15, 2009 7:18 pm    Post subject: Kekecewaan Reply with quote

Kekecewaan, yup, satu hal ini tentu pernah dialami oleh semua orang. Mungkin tidak banyak yang menyadari hal ini sebenarnya lahir dari konsep pandang kita terhadap kehidupan yang tentu saja tidak lepas dari pengaruh banyak faktor yang kita alami dalam interaksi dengan sesama. Latar belakang dan peristiwa-peristiwa yang kita alami dalam lingkup pergaulan, pemahaman yang timbul dari informasi-informasi yang kita terima secara tidak langsung membentuk mindset yang akan mengolah suatu peristiwa menjadi sajian dalam dua pilihan; kecewa atau tidak kecewa. Akibat dari kekecewaan? Banyak sekali, dan sayangnya seringkali memiliki negative result; kebencian yang melahirkan tindakan-tindakan yang menyakiti orang lain, bahkan diri sendiri, balas dendam, bunuh diri, perang dan lain-lain.

Menariknya, kita bisa menentukan apa yang kita inginkan dari dua pilihan ini.
How? Have positive thinking dan mengorientasikan konsep berpikir dan cara pandang kita terhadap dunia kepada Allah.

Saya akan ambil satu pengalaman pribadi. Saat kita memberikan yang terbaik, entah itu untuk seseorang, sekelompok orang, baik teman-teman kita atau lembaga/perusahaan tempat kita bekerja, tidak dipungkiri, kita pasti menginginkan imbalan yang sepantasnya, tidak melulu soal materi namun juga imateri (pengakuan & penghargaan atas eksistensi dan kinerja yang baik). Jika apa yang selayaknya tersebut tidak kita dapatkan tentu akan melahirkan kekecewaan bagi kita, siapa yang tidak? Fine, perlu disadari dahulu sebenarnya “hal yang selayaknya” itu lahir dari mindset “susu harus dibalas dengan susu”, jika yang terjadi sebaliknya? Anda pasti sudah mengerti jawabannya dan akibat yang ditimbulkan olehnya.

Saat saya mengalami ini, saya disadarkan akan satu hal oleh-Nya. Pertama, saya dibawa untuk merenungkan kembali beberapa hal. Siapakah saya? Apa dasar dan tujuan hidup saya? Bagaimanakah saya harus berpikir, bercara-pandang, bersikap dan bertindak dalam hidup saya dan bagaimana korelasinya semua itu dengan kepercayaan dan pengakuan saya terhadap Tuhan? Friends, jika kita kembali ke pertanyaan-pertanyaan dasar ini, kita akan mendapati bahwa kekecewaan sebenarnya adalah hal yang tidak perlu kita pilih. Jika kita kembali ke pertanyaan-pertanyaan dasar ini, kita akan mendapati seberapa jauhnya kita dari yang Dia harapkan.

Dengan pertanyaan-pertanyaan ini saya sampai pada pemahaman (kembali) bahwa dasar dan tujuan hidup semua orang yang mengaku beriman kepada Allah adalah Allah sendiri. Seharusnyalah seluruh pikiran dan hati kita terarah dan berdasar pada-Nya dalam berpikir dan bertindak dalam hidup, bukan pada diri sendiri, bukan pada anggapan dan nilai-nilai umum yang berkembang dalam lingkungan kita, walaupun tidak semuanya tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Mungkin ini yang perlu disadari, bahwa jika kita melakukan semua hal karena, demi dan bertujuan untuk memenuhi kehendak Allah. Jika kita melakukan semua hal untuk Allah, bukan untuk diri sendiri dengan kesadaran penuh dan keinginan yang tulus yang didorong oleh cinta kepada-Nya, tidak perlu kita memberikan tempat pada kekecewaan untuk mengisi hidup kita.

Saat saya berpikir betapa saya sudah memberikan yang terbaik dengan seluruh kerja keras dan loyalitas saya terhadap lembaga dan orang-orang yang saya kasihi namun apa yang saya dapatkan sungguh tidak “selayaknya”, saya disadarkan bahwa seharusnya saya melakukan semua itu bukan untuk diri saya sendiri, bukan untuk menyenangkan orang-orang yang berpengaruh, melainkan untuk DIA. Saat saya mengubah orientasi berpikir saya, saat itu juga kekecewaan saya lenyap. Tidak ada penyesalan dan keinginan untuk membalas perlakuan yang tidak baik yang telah saya terima.

Friends, saya belajar dari hal ini bahwa kita tidak akan selalu mendapatkan “susu” untuk “susu” yang telah kita berikan, walaupun anggapan umum di lingkungan kita tidak seharusnya air susu dibalas air tuba dan anggapan yang kita amini itu secara tidak langsung berproses melahirkan kekecewaan dalam diri kita saat kita mengalami peristiwa-peristiwa “air susu dibalas dengan air tuba”. Allah menghendaki kita berbuat untuk Dia demi kebaikan (dalam arti sesungguhnya) sesama. Kehendak-Nya-lah itu yang seharusnya mendasari pikiran dan segenap perbuatan kita dalam hidup. Kita harus mampu mengalahkan diri kita, ‘ego’ kita, dan kita letakkan ke dalam tangan-Nya. Saat kita berusaha melakukan itu, kita tidak perlu lagi kecewa mendapatkan perlakuan yang tidak baik atas kebaikan yang kita berikan. Harapan agar “air susu” dibalas dengan “air susu” dengan berbuat baik, dapat kita ubah menjadi
harapan agar “air susu” dapat melarutkan “air tuba”, tentu dengan dibarengi dengan iman dan kasih. Smile Itulah yang dikehendaki Allah!

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kol. 3:23)
[/b]
_________________
\"Percayakanlah masa lampaumu pada kerahiman Allah; masa kinimu pada kasih-Nya dan masa depanmu pada penyelenggaraan Ilahi-Nya.\" (St. Agustinus)

http://www.blessiana.blogspot.com/
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    Christian's Views Forum Index -> Kesaksian
All times are GMT + 7 Hours
Page 1 of 1

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


Theme ACID HEDONISM