| View previous topic :: View next topic |
| Author |
Message |
RETh Senior


Joined: 24 Jun 2006 Posts: 64
|
Posted: Fri Jul 21, 2006 7:29 pm Post subject: Jangan Khawatir! |
|
|
Jangan Khawatir!
Kekhawatiran rupanya selalu memiliki tempat dalam hidup manusia. Suatu refleksi ketakutan akan ketidakberdayaan yang didorong kesadaran akan keterbatasan kemanusiaan kita dalam menghadapi suatu hal.
Setiap kita memiliki salib kehidupan yang seringkali mendatangkan kekhawatiran dalam menjalaninya. Hidup kita di dunia adalah rentetan peristiwa yang tidak selalu menyenangkan, banyak persoalan yang menjadi pergumulan hidup yang bila tidak dihadapi dengan benteng iman akan sangat mudah membawa kita kepada kekhawatiran yang justru tidak terfokus pada masalah sesungguhnya, malah mendatangkan stress dan depresi bagi manusia yang seringkali tanpa mendapatkan solusinya.
Menurut pendeta Louis Conselatore dalam majalah Inner Realm, kekhawatiran ibarat memandang kehidupan ini melalui kabut tebal. Kelembaban total dalam kabut tebal setinggi tiga puluh meter yang menyelimuti tujuh kota besar sebenarnya hanya setara dengan satu gelas air. Jika kita melihat masalah dalam terang yang benar, masalah itu dapat diletakkan dalam ukuran dan tempat yang benar. "Dan jika semua kekhawatiran kita dikurangi sampai pada ukuran yang benar, barangkali anda juga dapat memasukkannya ke dalam gelas," tulisnya.
Masih menurutnya, di sini kita bisa melihat kekhawatiran adalah hal yang sia-sia. Hasil penelitian menunjukkan 40 % kekhawatiran kita berhubungan dengan hal-hal yang tidak pernah terjadi, 30 % berhubungan dengan hal-hal yang tidak dapat kita ubah, 12 % berhubungan dengan kesehatan (pada saat kita masih sehat), dan 10 % berhubungan dengan hal-hal yang tidak berarti. Hanya 8 % kekhawatiran yang merupakan masalah sesungguhnya. Jadi 92 % kekhawatiran adalah sia-sia. Kekhawatiran tidak memberi solusi apapun untuk menyelesaikan masalah secara real. Henry Wadsworth Longfellow pernah berkata: "Yang penting bukanlah apa yang terjadi pada diri anda dalam hidup ini, melainkan bagaimana anda mengatasi kejadian itu." Kekhawatiran melemahkan kekuatan dan, sekali lagi, tidak dapat memecahkan masalah.
Lalu bagaimana menyikapi segala sesuatu tanpa kekhawatiran? Percaya kepada Allah! Ya! Percaya kepada penyelenggaraan Ilahi-Nya, seperti yang dikatakan St Agustinus: "Percayakanlah masa lampaumu pada kerahiman Allah; masa kinimu pada kasih-Nya dan masa depanmu pada penyelenggaraan Ilahi-Nya." Kekhawatiran tidak akan dapat "menambah sehasta saja pada jalan hidup" manusia (Mat. 6:27) dan sama sekali tidak dapat memecahkan persoalan kita. Kekhawatiran adalah suatu tanda sikap ketidakpercayaan manusia kepada Allah dan dikatakan hanya dimiliki oleh "orang-orang yang tidak mengenal Allah". Yesus sendiri melarang kita untuk menjadi khawatir akan hidup kita.
6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat. 6:25-34) _________________ \"Percayakanlah masa lampaumu pada kerahiman Allah; masa kinimu pada kasih-Nya dan masa depanmu pada penyelenggaraan Ilahi-Nya.\" (St. Agustinus)
http://www.blessiana.blogspot.com/ |
|
| Back to top |
|
 |
Duo Alva Junior

Joined: 17 Feb 2009 Posts: 9
|
Posted: Tue Feb 17, 2009 1:37 pm Post subject: |
|
|
| saya mau tanya..... adakah netter disini yang tidak memiliki rasa khawatir dalam memberitakan Injil pada orang2 disekitarnya...? bahkan pendetapun masih memiliki rasa khawatir.... jadi apa yang harus kita lakukan...? |
|
| Back to top |
|
 |
Maria Reguler


Joined: 07 Nov 2007 Posts: 19
|
Posted: Tue Feb 17, 2009 1:51 pm Post subject: |
|
|
Hai Alva! Salam kenal!
Saya setuju kalau pendeta pun masih memiliki perasaan kuatir. Setau saya setiap manusia pasti memiliki perasaan kuatir. Yang perlu kita lakukan ialah tidak tunduk pada kekuatiran. Itu pesan Yesus. |
|
| Back to top |
|
 |
Fransiska Reguler Contributor


Joined: 10 Jan 2007 Posts: 20
|
Posted: Tue Feb 17, 2009 2:13 pm Post subject: |
|
|
Halo Dua Alva.. Met bergabung ya.
Cuma mau nambahin, kalau apa yang kita lakukan itu didasari oleh kekuatiran maka hasilnya ialah tindakan menyelamatkan diri sendiri dan bukan berbuat bagi orang lain. Itu aja. Thx |
|
| Back to top |
|
 |
Duo Alva Junior

Joined: 17 Feb 2009 Posts: 9
|
Posted: Wed Feb 18, 2009 9:42 am Post subject: |
|
|
hai juga,...
benar apa orang kristen hidup tanpa rasa khawatir...?
gue liat banyak.... bahkan hampir semuanya hidup dalam rasa khawatir....
termasuk orang2 yg gue kenal....  |
|
| Back to top |
|
 |
Maria Reguler


Joined: 07 Nov 2007 Posts: 19
|
Posted: Wed Feb 18, 2009 6:54 pm Post subject: |
|
|
Betul Alva, banyak orang (termasuk orang Kristen) hidup dalam kekuatiran. Makanya Yesus berpesan agar manusia tidak bergantung pada kekuatiran karena hal itu tidak dapat mengubah apapun.
Meski sudah jadi Kristen bukan berarti orang sudah bebas dari kekuatiran tapi orang juga diajarkan untuk memperbaiki cara hidupnya, dalam hal ini dari hidup dalam kekuatiran menjadi hidup bebas dari kekuatiran. |
|
| Back to top |
|
 |
Duo Alva Junior

Joined: 17 Feb 2009 Posts: 9
|
Posted: Thu Feb 19, 2009 3:15 pm Post subject: |
|
|
mungkinkah itu maria...? sampai saat ini saya tidak pernah dapat melihat hal itu terjadi... bahkan pada seorang pendeta sekalipun....
kalau gurunya (pendeta) saja tidak dapat melakuan semua itu..... bagaimana lagi dg jemaatnya...? |
|
| Back to top |
|
 |
Maria Reguler


Joined: 07 Nov 2007 Posts: 19
|
Posted: Thu Feb 19, 2009 5:42 pm Post subject: |
|
|
Ajaran Yesus itu tidak mengenal status pendeta atau bukan. Pendeta juga manusia dan umat Allah.
Kalau Alva bertanya soal kemungkinan, ya tentu saja mungkin. Orang bisa kuatir tapi bisa saja tidak hidup dalam kekuatirannya itu. Mungkin tidak selama hidupnya bisa seperti itu, tapi saya amat yakin bahwa pada saat-saat tertentu seseorang bisa melakukan hal lain yang lebih penting daripada kekuatirannya. Alva juga kan?! Makanya ajaran Yesus itu melatih kita menjadi lebih baik. Kita belajar untuk tidak hidup dalam kekuatiran; semakin hari semakin bisa. |
|
| Back to top |
|
 |
Duo Alva Junior

Joined: 17 Feb 2009 Posts: 9
|
Posted: Sat Feb 21, 2009 11:10 am Post subject: |
|
|
bagaimana contoh orang dapat hidup di atas kekhawatiran...?
jika yang dimaksudkan oleh sis adalah bahwa sebagai kristen maka orang harus hidup happy2 saja walaupun di hatinya ada rasa khawatir.... ini mah sama saja dengan orang2 lain yang bukan kristen....
orang budha contohnya.... bahkan secara kasat mata seorang biksu jauh lebih dapat mengatasi rasa khawatirnya di bandingkan seorang pendeta....
mengapa saya dapat menyimpulkan hal demikian? bukankah jelas dikatakan Yesus untuk menginjili orang... (menginjili orang artinya memberitakan Injil kepada orang yg belum percaya... seperti org budha, islam, hindu dll) tapi coba lihat... berapa banyak pendeta yg melakukan itu...?
apa yg melatarbelakangi para pendeta tdk mau memberitakan Injil kpd org tersebut diatas ini? terutama orang2 islam? |
|
| Back to top |
|
 |
Maria Reguler


Joined: 07 Nov 2007 Posts: 19
|
Posted: Sun Feb 22, 2009 9:31 pm Post subject: |
|
|
| Quote: | | bagaimana contoh orang dapat hidup di atas kekhawatiran...? |
Jelas banyak orang yang hidup di atas kekuatirannya. Contohnya banyak orang kaya hidupnya diisi kekuatiran atas keamanan hartanya. Banyak kok contohnya.
| Quote: | mengapa saya dapat menyimpulkan hal demikian? bukankah jelas dikatakan Yesus untuk menginjili orang... (menginjili orang artinya memberitakan Injil kepada orang yg belum percaya... seperti org budha, islam, hindu dll) tapi coba lihat... berapa banyak pendeta yg melakukan itu...?
apa yg melatarbelakangi para pendeta tdk mau memberitakan Injil kpd org tersebut diatas ini? terutama orang2 islam? |
Betul, Yesus memerintahkan untuk memberitakan Injil kepada semua orang. Injil itu artinya "kabar gembira" (jangan disangka sebuah kitab, lho). Kabar gembiranya apa? Kabar gembiranya ialah bahwa Mesias atau Kristus sudah datang. Artinya keselamatan umat manusia sudah tiba. Itu saja. Karena kabar gembira adalah hak semua orang. Bukan mengkristenkan orang lain, karena Yesus datang tidak membawa agama, melainkan membawa keselamatan dari Allah. Bukankah Islam sendiri memang sudah percaya bahwa Mesias atau Al Masih itu sudah datang?! Berarti tidak ada yang patut dipermasalahkan, bukan?! |
|
| Back to top |
|
 |
Frans Junior

Joined: 14 Nov 2006 Posts: 13
|
Posted: Mon Feb 23, 2009 1:13 pm Post subject: |
|
|
Seperti yang tertulis dalam artikel di atas, Yesus berkata bahwa kekuatiran tidak akan mengubah umur manusia jadi lebih lama. Jadi yang perlu dilakukan hanyalah menjalani kehidupan iman kita dengan sebaik-baiknya. Selebihnya Tuhan yang mengatur. Baik soal makan, pakaian dll. _________________ Pada mulanya adalah Firman. |
|
| Back to top |
|
 |
RETh Senior


Joined: 24 Jun 2006 Posts: 64
|
Posted: Wed Jul 15, 2009 5:47 pm Post subject: |
|
|
| Quote: | hai juga,...
benar apa orang kristen hidup tanpa rasa khawatir...?
gue liat banyak.... bahkan hampir semuanya hidup dalam rasa khawatir....
termasuk orang2 yg gue kenal....
mungkinkah itu maria...? sampai saat ini saya tidak pernah dapat melihat hal itu terjadi... bahkan pada seorang pendeta sekalipun....
kalau gurunya (pendeta) saja tidak dapat melakuan semua itu..... bagaimana lagi dg jemaatnya...? |
Dua Alva, kebingungan Anda itu sebenarnya tidak perlu diungkapkan jika Anda mencermati kalimat awal dari artikel ini:
"Kekhawatiran rupanya selalu memiliki tempat dalam hidup manusia."
Yang perlu direnungkan adalah bagaimana kita bisa lepas dari belenggu kekhawatiran yang "selalu memiliki tempat dalam hidup manusia" dalam pimpinan-Nya, bukan mempertanyakan siapa manusia yang tidak memiliki kekhawatiran.
Thanks. _________________ \"Percayakanlah masa lampaumu pada kerahiman Allah; masa kinimu pada kasih-Nya dan masa depanmu pada penyelenggaraan Ilahi-Nya.\" (St. Agustinus)
http://www.blessiana.blogspot.com/ |
|
| Back to top |
|
 |
|